Siapapun tidak akan memungkiri, bahwa gerakan mahasiswa memiliki peranan yang cukup berarti dalam perjalanan bangsa ini. Berbagai macam momen dan peristiwa yang terjadi senantiasa menghadirkan sosok mahasiswa sebagai bagian dari unsur terpenting. Siapapun dia tidak bisa memungkiri, bahwa gerakan mahasiswa memiliki peranan yang cukup berarti dalam perjalanan bangsa ini. Berbagai macam momen dan peristiwa yang terjadi senantiasa menjadikan sosok mahasiswa sebagai bagian dari unsur terpenting. Setumpuk predikat filosofis pun disandang mahasiswa; mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), control social (social control), kekuatan moral (moral force), cadangan potensial (iron stock)generasi estapet bangsa,dan sebagainya walaupun akhirnya seiring dengan semakin terkikisnya vitalitas mahasiswa, walau sering kali predikat itu menjadi romantisme belaka yang selalu dibicarakan di dikantin-kantin kampus.
Yang akhirnya menimbulkan pertanyaan mengapa gerakan kaum intelektual ini seolah belum menemukan pola baku dalam melawan segala tirani dan ketidakadilan para penguasa yang semakin hari semakin tidak memihak kepada rakyat. Bahkan penindasan ini dilakukan oleh para penguasa yang katanya kaum religius dan taat pada agama..? kaitanya dengan demokrasi, memang kita akan melihat bahwa mahasiswa adalah bagian dari komponen yang telah dimasukkan kedalam system pembodohan yang dilakukan dikampus yang mengatasnamakan demokrasi. Mereka hamper sepakat bahwa demokrasi adalah ide yang baik diambil untuk diambil hingga akhirnya menjadi nilai-nilai yang mewarnai perjuangannya. Sesungguhnya demokrasi yang kita terapkan di negri ini adalah system demokrasi yang telah usang dan takterpakai lagi di dunia barat namun masih banyak kaum intelektual kampus yang masih latahdengan selalu membanggakan demokrasi yang telah usang tersebut yang menjadi ironis dan menyedihkan adalah masih ada kelompak mahasiswa yang membangun gerakan pendukung penguasa yang tirani bahkan ada organisasi mahasiswa yang tanpa sadar telah dijadikan alat gerakan partaiyang lalgi lagi mengatasnamakan rakyat dan demokrasi. Memang sangat menyedihkan!!!!!!!!!.....
Akibatnya banyak mahasiswa yang terjebak dan lupa akan arah perjuangan mahasiswa yang sesungguhnya. Sudah seharusnya mahasiswa kembali kepada garis arah perjuangan mahasiswa yang sebenarnya (idealis) yang harus selalu dipertahankan. Mai kaea-kawan mahasiswa kita kembali lagi lanjutkan khitah perjuangan kita yang sebenarnya. Untuk itu kita dapat kembalipada garis perjuangan maka kita harus memperhatikan beberapa hal yang harus kembali menjadi acuan kita bersama :
Sebagai kaum intelektual organic maka kita harusmemiliki ide-ide yang jelas dan mudah dimengerti oleh banyak orang. Dalam artian ide-ide yang kita keluarkan telah melalui proses studi kelayakakn dan kesimpulan berdasarkan sudut pandang studi yang kita miliki dan berbagai pendekatan berbagai ilmu pengetahuan yang mampu memperkuat ide-ide yang akan kita lontarkan. Kita semua menyadari bahwa dikampus ini kita ditempah untuk dilahirakan menjadi insane-insan akademis (intelektual). Ternyata prinsip ini sudah hamper tidak mampu lagi menampilkan diri sebagai insane yang cerdas, namun lebih bersifat emosional tanpa konseptual. Untuk berhasil dalam sebuah gerakan maka kita harus berfikir dengan kecerdasa. Sebagaimana firman Allah”manusia tidak mampu menembus langit dan bumi kecuali bagi mereka yang berfikir (Q.S Ar Rahman.33)” Oleh karna itu mari kita kembali mengasah kemampuean ita untuk melahirkan ide-ide baru untuk sebuah gerakan intelektual guna melawan tirani para penguasa yang kian hari semakin tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kita sebagai mahasiswa harus mampu melahirkan (dibaca:insane pencipta) metode gerakan yang reformatif. Kita sebagai bagian dari gerakan harus mampu melihat akar permasalahan dengan jeli dan harus melahirkan gerakan yang dilancarkan yang sifatnya memberikan solutif. Karna ketika kita melihat ketidakadilan tidak mungkin hanya menyerukan tegakkan keadilan dan bersihkan aparat pemerintah dari KKN. Tetapi kita harus mampu menggali akar permasalahan yang sebenarnya. K ita sebagai kaum intelektual yang melahirkan ide-ide cemerlang harus mampu membuat sebuah metode untuk menggali akr permasalahan dan menentukan titik penyebab permasahan sebenarnya. Krna kita semua telah mengetahui bahwa diwilayah penguasa (eksekutif, legislative, dam yudikatif) telah terbentuk lingkara setan ang telah melahirkan sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan. Artinya hanya rakyat yang saat inimenjadi objek penghisapa para penguasa. Kita sebagai bagian dari pergerekan mahasiswa harus mampu melahirkan metode untuk memperjuangkan rakyat kita yang telah tertindas dan dirampas haknya.
Mahasiswa yang merupakan bagian dari gerakan intelektual harus rela dan mampu mengabdikan(dibaca:insane pengabdi) pengetahuannya demi keberpihakkan kepada kepentingan rakyat. Sebagaimana tercantum didalam tri dharma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian. Pengabdian disini jangan kita artikan secara sempit tetapi pengabdian disini berrti kita harus mampu menyumbangkan ilmu pengetahuan yang kita miliki untuk kepentingan rakyat. Pengetahuan yang kita miliki harus mampu memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi didalam masyarakat. Kita sebagai kaum intelektual harus mampu menyumbangkan kemampuan kita untuk memberikan solusi yang harus rela bergerak untuk memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang semakin tertindas oleh penguasa.
Kita harus menghancurkan gerakan yang bersufat pragmatis. Kiat harus melahirkan gerakan yang berlandaskan pada kebenaran universal (idealisme). Idealisme sebagian gerakan mahasiswa tidak lagi muncul dalam pemikiran-pemikirannya. Idealisme itu seolah tenggelam ditengah kegalauan kehidupan in. Berbenturan dengan kebutuhan perut, berbenturan dengan ketidak berdayaan diri dalam menghadapi arogansi penguasa atau berbenturan dangan mayoritas suara yang menyesatkan. Sehingga melahirkan geraka-gerakan yang mengutamakan kepentingan perut. Biasanya gerakan pragmatis selalu menjustifikasi sebuah kebenaran adalah milik mereka bahkan tanpa sadar mereka telah ikut menghisap rakyat yang kian tertindas. Mari bersama kita perkuat barisan untuk membangungerakan yang berlandaskan pada kebenaran universal dan berpihak pada kepentingan masyarakat dan masa depan bangsa kita. Mengapa kita berani menyuarakan suara kebenaran dan berpihak pada kepentingan rakyat bukankah Allah Swt berfirman”sesungguhnya kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran supaya kamu mengadili (menghukumi) antara manusia dengan apa yang telah Allh wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang khianat”(QS. An-Nisa’[4]:105).
Gerakan mahasiswa sering tidak memiliki idiologi yang jelas. Idiologi merupakan pandangan hidup yang menyeluruh yang menelurkan sebuah system dan arah bagi kehidupan sebuah gerakan. Inilah yang menjadi persoalan mendasar pada saat ini. Banyak gerakan-gerakan mahasiswa tidak lagi dilandasi idiologi yang jelas dan benar. Sehingga banyak gerakan yang dibangun dengan ide-ide yang serabutan seperti anak kecil yang baru mengenal barang baru yang tidak tahu untuk apa dan bagaimana menggunakannya. Mengapa demikian..? karma pemikiran tidak lagi berhubungan dengan lingkungan masyarakat, kepribadian dan sejarah pergerakan mahasiswa serta tidak lagi berlandaskan pada idiologi yang jelas dan benar akan keberpihakkannya pada rakyat. Oleh karma iu kita sebagai kaum intelektual melakukan pergerakan harus berlandaskan pada idiologi yang jeas dan benar. Karna apa yang kita perjuangkan harus mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.
Kesimpulan
Mari kita sebagai mahasiswa sama-sama menyadari bahwa kita akan menjadi saksi kehancuran dari negri ini bila kita membiarkan system yang bobrok ini. Tidak cukup kita hanya dengan membincangkannya diwarung-warung tetapi kita harus bergerak dna turun langsung memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kita telah sama-sama mengetahui persoalan yang dihadapi daerah ini dimana para penguasa memiliki keberpihakkan kepada kepentingan rakyat banyak. Melainkan hanya melahirkan kebijakan-kebijakan yang sifatnya hanya mengutamakan kepentingan kelompok penguasa. Sepertinya para penguasa akan sadar dan hanya akan tunduk pada kekuatan parlemen jalanan. Sebagai kekuatan kaum intelektual sudah sewajarnya kita kembali bergerak demi keberpihakkan pada kepentingan rakyat
Penulis adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fisip UNIB dan tim Gerakan Solidaritas Bengkulu (GERSIB), Presiden Mahasiswa UNIB terpelih “Dempo Xler”
Sabtu, 19 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar