[Oleh: Medio Yulistio]
Mencari harapan untuk perubahan kearah kemajuan di Provinsi Bengkulu mungkin teriakan dan nyanyian perjuangan mahasiswa masih bisa dianggap dan dinilai sebagai sarana untuk mengawal perubahan-perubahan tersebut. Dengan meneriakkan dan mengusung sebuah kebenaran untuk umat. Kondisi dan realitas pembangunan Bengkulu yang dinilai stagnan dan mungkin sebuah kemunduran yang memicu apa terjadi di provinsi tercinta ini.
Tapi……
Beberapa pertanyaan kerap kali mucul dan hal iyu sangat mengganggu. Ada sebuah pertanyaan yang saat ini memiliki bermacam-macam jawaban “apa yang mahasiswa cari sebenarnya?”. Mungkin pertanyaan itu saya katakana sepele tapi kita tidak tahu jawabannya. Meilai dari kacamata sebuah popularitas saya ingin menguak sedikit dengan beberapa pertanyaan yang timbul :
Apakah mahasiswa memang berjuang sebagai wujud fungsi, dan peran mahasiswa itu sendiri?
Apakah mahasiswa memang berjuang sebagai wujud eksistensi umat manusia sebagai makhluk sosial ?
Apakah ini memang sebuah gerakan moral?
Hari ini persoalan yang terjadi, mahasiswa tidak tahu jawaban itu sendiri. Saya teringat perkataan sang revolusioner yaitu Hariman Siregar, bahwa saat idealisme dihancurkan oleh digilasnya zaman dan kesempatan.
Kembali kepada saya dan kawan-kawan sebagai kader HMI, ada beberapa pemikiran dan pencerahan untuk kita dalam eksistensi kader. Hendaknya semua apa yang dapat kita lakukan untuk sebuah perubahan adalah benar-benar murni dari keinginan untuk sebuah perubahan, sebuah kemajuan umat dan sebuah roda kemajuan negeri tercinta ini.
Kekuatan moral yang terus kita nyanyikan diharapkan terlepas dari apapun. Tidak ada kepentingan dalam kepentingan, jauhkan semaksimal mungkin semua bentuk intervensi demi kepentingan pribadi. Sebuah niat ikhlas untuk menuju ketakwaan terhadap Allah SWT adalah kunci seorang kader menghadapi jeritan dan tangisan rakyat…
Rakyat Pasti Menang…!!!!
Yakusa….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar