assalamu..
HMI KOMFE UNIB menerbitkan buletin Innahul Haq edisi ke-2. diataranya mengupas tentang euforia Dan utopis HMI, MUNASKO 19 Palembang, Peta permasalahan umat, independensi islam dan kemahasiswaan, dll.
silahkan dapatkan pada bidang Pengembangan Profesi dan Kewirausahaan KOMISARIAT FE UNIB..
wassalam..
Sabtu, 16 Agustus 2008
KETUA UMUM PB HMI TERPILIH, ARIF MUSTOFA
Mobile : +62817130611, +628998142404, e-mail : mustho_arip@yahoo.com; mustho.arip@gmail.com, web: www.musthoariponline@blogspot.com
DATA PRIBADI
Nama : Arip Musthopa
Pekerjaan : Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI
Tempat / tanggal lahir : Bogor, 7 Juli 1979
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum Menikah
Mobile : 0817130611 / 08998142404
E-mail : mustho_arip@yahoo.com; mustho.arip@gmail.com
Website : musthoariponline@blogspot.com
PENDIDIKAN
SDN Karehkel III Kecamatan Leuwiliang - Kab. Bogor Lulus 1991
SMPN Leuwiliang I Kab. Bogor Lulus 1994
SMAN I Leuwiliang Kab. Bogor Lulus 1997
Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung Lulus 2003
Pasca Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia 2005 s.d. Skrg
PEKERJAAN
Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI (Januari 2006 - sekarang)
Bid. Energi dan Sumberdaya Mineral, Riset & Teknologi, dan Lingkungan Hidup
Tenaga Ahli Anggota DPR RI/Komisi VII (2004-2005).
Bid. Energi dan Sumberdaya Mineral, Riset & Teknologi, dan Lingkungan Hidup
Staf Peneliti Laboratorium Ilmu Pemerintahan dan Otonomi Daerah FISIP Univ. Lampung (2001-2003)
Staf Penanggungjawab Pelaksanaan Polling Harian Lampung Post 2001-2003
FOKUS PENELITAN & PEKERJAAN
Komisi VII DPR RI:
Kajian Optimalisasi Kebijakan Pengelolaan Migas dalam Sektor Hulu dan Hilir (Tenaga Ahli Komisis VII dalam Panitia Kerja BP&BPH Migas)
Kajian Cost Recovery dalam Kontrak Kerjasama (Tenaga Ahli Komisi VII dalam Panitia Kerja Cost Recovery)
Kajian Optimalisasi Penerimaan Negara, Dampak Lingkungan Hidup, Isu Sosial Budaya dalam Pengusahaan Pertambangan PT Freeport Indonesia (Tenaga AHli Komisi VII dalam Panitia Kerja PT Freeport Indonesia)
Kajian Pengelolaan Timah di Bangka Belitung terkait penerimaan negara, dampak lingkungan hidup, perundang-undangan, dan penambangan tanpa ijin (Tenaga Ahli Komisi VII dalam Panitia Kerja Timah)
Kajian pengelolaan energi nasioanal jangka panjang (Tenaga Ahli Komisi VII dalam pembahasan Undang-Undang No. 30/2007 tentang Energi)
Kajian pengelolaan pertambangan mineral dan batubara di Indonesia (Tenaga Ahli Komisi VII dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara)
SEMINAR DAN PELATIHAN
Seminar Ketenagalistrikan Nasional - “Dukungan Legislatif Terhadap Rencana dan Strategi Pengembangan Sistem Kelistrikan Nasional 2007-2014”. Jakarta, 8 Februari 2007.
International Investment Summit Responding To The Energy Challenges - ”The Bill Of Mineral And Coal Mining”. Jakarta Convention Centre, 5 - 7 November 2007
Expending The Energy And Mining Sector Revitalization, ”Accelarating The Clean & Renewable Energy Development” Jakarta, 23 Juli 2007.
Indonesian Mining Conference And Exhibition 2007: ”Re-Invigorating Indonesian Mining Let's Look Ahead” To Develop A New Platform To Increase The Role Of Mining, To Increase The Welfare Of The People Wednesday, Jakarta, 31 Oktober, 2007.
Seminar : Prospects Of Nuclear Electric Power In Indonesia, Kadin Indonesia Bekerjasama Dengan Batan Dan Jetro. Jakarta, 22 Februari 2007.
Australian Mining And Petroleum Exhibition 2007, “Perbaikan Aspek Regulasi Bagi Pengembangan Industri Pertambangan Nasional”. Jakarta, 30 Januari 2007.
Seminar Teknologi Nasional “Komitmen Politik Untuk Kemandirian Bangsa”. Jakarta, 21 September 2006
Seminar “Nuclear Power Plant For Public Information”, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (Djlpe) Dan Korea Hydro & Nuclear Power Co. Ltd (Khnp). Jakarta, 29 Agustus 2006
Lokakarya “Strategi Pengembangan Industri Plts Untuk Mencapai Target Energi Surya Dalam Energi Mix Nasional 2025”, “Aspek Regulasi Pengembangan PLTS Di Indonesia” 23 November 2006, Jakarta
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar, FISIP Unila, 1998
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah, Unila, 1998
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1999
Advance Training HMI, Badko Kalimantan Barat, 2005
Intermediate Training HMI, Cabang Bulaksumur, 1999
Basic Training HMI, Cabang Bandar Lampung, Desember 1997
Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar, LPM Republica FISIP Unila, 1998
Kursus Komputer di DCC Bandar Lampung, 1997
PUBLIKASI KARYA TULIS
Analisis tentang Perdebatan Oposisi Politik di Indonesia, Skripsi, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 2003.
Agama dan Makna Hidup, Lampung Post, 1 April 2001
Meluruskan “Good Governance”, Lampung Post, 11 September 2001
Gerakan Anti-Amerika, Lampung Post, 18 Oktober 2001
Mendebat Kembali Putra Daerah, Lampung Post, 18 Februari 2002
Corak Pemikiran Politik Islam Cak Nur, Lampung Post, 7 April 2002
Refleksi 56 Tahun HMI: Keharusan Melakukan Perubahan, Lampung Post, 5 Februari 2003
Dll
PENGALAMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN & KEPEMUDAAN
Sekretaris Redaksi LPM Republica FISIP Unila, 1998-1999
Pendiri dan Koordinator Umum Pertama Lingkar Studi Sosial Politik Cendekia FISIP Unila, 1999-2000
Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa FISIP Unila, 2000-2001
Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, 2002-2003
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, 2004-2005
Ketua Bidang Pembinaan Anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, 2006-2008
PENGALAMAN FORUM INTERNASIONAL
Delegasi PB HMI ke Asian Youth Forum, Bangkok, Januari 2007.
Kunjungan DPR RI ke Senat, Kementerian Energi, Stakeholders di bidang pertambangan, dan lokasi tambang di Chili, November 2007.
DATA PRIBADI
Nama : Arip Musthopa
Pekerjaan : Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI
Tempat / tanggal lahir : Bogor, 7 Juli 1979
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum Menikah
Mobile : 0817130611 / 08998142404
E-mail : mustho_arip@yahoo.com; mustho.arip@gmail.com
Website : musthoariponline@blogspot.com
PENDIDIKAN
SDN Karehkel III Kecamatan Leuwiliang - Kab. Bogor Lulus 1991
SMPN Leuwiliang I Kab. Bogor Lulus 1994
SMAN I Leuwiliang Kab. Bogor Lulus 1997
Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung Lulus 2003
Pasca Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia 2005 s.d. Skrg
PEKERJAAN
Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI (Januari 2006 - sekarang)
Bid. Energi dan Sumberdaya Mineral, Riset & Teknologi, dan Lingkungan Hidup
Tenaga Ahli Anggota DPR RI/Komisi VII (2004-2005).
Bid. Energi dan Sumberdaya Mineral, Riset & Teknologi, dan Lingkungan Hidup
Staf Peneliti Laboratorium Ilmu Pemerintahan dan Otonomi Daerah FISIP Univ. Lampung (2001-2003)
Staf Penanggungjawab Pelaksanaan Polling Harian Lampung Post 2001-2003
FOKUS PENELITAN & PEKERJAAN
Komisi VII DPR RI:
Kajian Optimalisasi Kebijakan Pengelolaan Migas dalam Sektor Hulu dan Hilir (Tenaga Ahli Komisis VII dalam Panitia Kerja BP&BPH Migas)
Kajian Cost Recovery dalam Kontrak Kerjasama (Tenaga Ahli Komisi VII dalam Panitia Kerja Cost Recovery)
Kajian Optimalisasi Penerimaan Negara, Dampak Lingkungan Hidup, Isu Sosial Budaya dalam Pengusahaan Pertambangan PT Freeport Indonesia (Tenaga AHli Komisi VII dalam Panitia Kerja PT Freeport Indonesia)
Kajian Pengelolaan Timah di Bangka Belitung terkait penerimaan negara, dampak lingkungan hidup, perundang-undangan, dan penambangan tanpa ijin (Tenaga Ahli Komisi VII dalam Panitia Kerja Timah)
Kajian pengelolaan energi nasioanal jangka panjang (Tenaga Ahli Komisi VII dalam pembahasan Undang-Undang No. 30/2007 tentang Energi)
Kajian pengelolaan pertambangan mineral dan batubara di Indonesia (Tenaga Ahli Komisi VII dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara)
SEMINAR DAN PELATIHAN
Seminar Ketenagalistrikan Nasional - “Dukungan Legislatif Terhadap Rencana dan Strategi Pengembangan Sistem Kelistrikan Nasional 2007-2014”. Jakarta, 8 Februari 2007.
International Investment Summit Responding To The Energy Challenges - ”The Bill Of Mineral And Coal Mining”. Jakarta Convention Centre, 5 - 7 November 2007
Expending The Energy And Mining Sector Revitalization, ”Accelarating The Clean & Renewable Energy Development” Jakarta, 23 Juli 2007.
Indonesian Mining Conference And Exhibition 2007: ”Re-Invigorating Indonesian Mining Let's Look Ahead” To Develop A New Platform To Increase The Role Of Mining, To Increase The Welfare Of The People Wednesday, Jakarta, 31 Oktober, 2007.
Seminar : Prospects Of Nuclear Electric Power In Indonesia, Kadin Indonesia Bekerjasama Dengan Batan Dan Jetro. Jakarta, 22 Februari 2007.
Australian Mining And Petroleum Exhibition 2007, “Perbaikan Aspek Regulasi Bagi Pengembangan Industri Pertambangan Nasional”. Jakarta, 30 Januari 2007.
Seminar Teknologi Nasional “Komitmen Politik Untuk Kemandirian Bangsa”. Jakarta, 21 September 2006
Seminar “Nuclear Power Plant For Public Information”, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (Djlpe) Dan Korea Hydro & Nuclear Power Co. Ltd (Khnp). Jakarta, 29 Agustus 2006
Lokakarya “Strategi Pengembangan Industri Plts Untuk Mencapai Target Energi Surya Dalam Energi Mix Nasional 2025”, “Aspek Regulasi Pengembangan PLTS Di Indonesia” 23 November 2006, Jakarta
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar, FISIP Unila, 1998
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah, Unila, 1998
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1999
Advance Training HMI, Badko Kalimantan Barat, 2005
Intermediate Training HMI, Cabang Bulaksumur, 1999
Basic Training HMI, Cabang Bandar Lampung, Desember 1997
Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar, LPM Republica FISIP Unila, 1998
Kursus Komputer di DCC Bandar Lampung, 1997
PUBLIKASI KARYA TULIS
Analisis tentang Perdebatan Oposisi Politik di Indonesia, Skripsi, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 2003.
Agama dan Makna Hidup, Lampung Post, 1 April 2001
Meluruskan “Good Governance”, Lampung Post, 11 September 2001
Gerakan Anti-Amerika, Lampung Post, 18 Oktober 2001
Mendebat Kembali Putra Daerah, Lampung Post, 18 Februari 2002
Corak Pemikiran Politik Islam Cak Nur, Lampung Post, 7 April 2002
Refleksi 56 Tahun HMI: Keharusan Melakukan Perubahan, Lampung Post, 5 Februari 2003
Dll
PENGALAMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN & KEPEMUDAAN
Sekretaris Redaksi LPM Republica FISIP Unila, 1998-1999
Pendiri dan Koordinator Umum Pertama Lingkar Studi Sosial Politik Cendekia FISIP Unila, 1999-2000
Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa FISIP Unila, 2000-2001
Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, 2002-2003
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, 2004-2005
Ketua Bidang Pembinaan Anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, 2006-2008
PENGALAMAN FORUM INTERNASIONAL
Delegasi PB HMI ke Asian Youth Forum, Bangkok, Januari 2007.
Kunjungan DPR RI ke Senat, Kementerian Energi, Stakeholders di bidang pertambangan, dan lokasi tambang di Chili, November 2007.
Kongres HMI Ke-26 Di Palembang Sarat Money Politik
Terminologi ?suksesi? atau lazim disebut pergantian ketua Umum, bagi kalangan HMI tentunya bukan lagi istilah yang asing dalam kosakata para pegiat Kongres HMI. Lumrahnya istilah suksesi yang diterjemahkan sebagai tindakan mengganti ketua umum. Dukung dan tidak mendukung kerap kali menjadi wacana yang menguat seputar sosok pengganti ketua umum yang menjadi fokus dalam arena Kongres HMI. Apalagi jika sosok kandidat identik dengan proses mobilisasi vertikal yang sarat dengan permainan "UANG".
Dalam kongres HMI ke-26 di Palembang wacana money poltic yang dilakukan oleh kandidat tertentu masih mencuat, dan bagi beberapa kalangan ini pembelajaran buruk bagi sebuah organisasi yang selama ini identik sebagai laboratorium kader bangsa.
Pada hal jika ditilik kembali kebelakang, sejarah mencatat bahwa sudah menjadi semacam prototipe bagi HMI, dimana gagasan-gagasan monumentalnya kerap melampaui pikiran zaman yang sedang bergulir, ide-ide HMI selalu futuristik dan memberikan pilihan alternatif solusi. Karena pola pikir yang konstruktif inilah sehingga kerap kali HMI dan kader-kadernya mengambil tempat yang strategis dalam kelompok-kelompok pembaharuan. Namun sayangnya prototipe HMI yang bagus ini tergerus ke dasar parit pragmatisme oleh sekelompok orang atau individu yang menganut paham "Jual Beli" dalam memuluskan pertarungan politiknya. Apalagi pola ini diterapkan pada organisasi yang kulturnya tidak bisa membenarkan "Jual Beli".
Istilah Jual Beli ini mengarah pada Fenomena jalan instan menuju kursi ketua Umum PBHMI dengan menggunakan kekuatan UANG, pola ini memang bergulir seiring dengan berkembangnya budaya pragmatis dan instant thingking. Bagi beberapa kalangan atau kader HMI yang tidak terlalu menganggap penting sebuah proses dan kapasitas memang memilih jalan pintas mencapai puncak kepemimpinan HMI dengan mengandalkan dukungan uang.
Kelompok yang mengedepankan cara berpikir komersial dan money oriented di HMI memiliki ciri yang sangat kapitalis. Dalam membangun jaringan dapat ditebak sejak awal jaringan yang dibangun adalah jaringan yang membuka akses pada pemegang kapital dan pemangku kepentingan politik.
Mereka juga tidak begitu menonjol dalam berbagai hal, akan tetapi memiliki akses ke komunitas pragmatis. HMI dan infrastrukturnya bagi mereka dapat digadaikan dengan janji dan komitmen yang sudah bisa ketebak akan mencederai independensi HMI. Kalau mengacu pada istilah "Tidak ada yang gratisan", maka dukungan logistik yang bagitu royal dikeluarkan oleh para founding dan spekulan politik kepada " Para kandidat ketua Umum PBHMI pasti dibarengi dengan imbalan komitmen politik yang tentu sulit diterima akal sehat organisasi. Karena sudah pasti HMI akan digadaikan.
Sebut saja misalnya secara tedeng aling-aling dapat kita katakan bahwa tercium aroma tidak sedap dalam arena kongres HMI ke-26 di palembang, dimana beberapa kandidat menurut beberapa sumber mendapat bantuan yang tidak sedikit dalam menopang pertarungannya di Kongres HMI. Ada yang mendapat bantuan Ratusan tiket pesawat pulang pergi Jakarta Palembang, ada yang mendapatkan uang kes ratusan juta, bahkan ada yang ditengarai menggunakan Uang Palsu dalam transaksi jual beli cabang. Sebelum kita lanjutkan mari kita beristigfar ramai-ramai, sebab yakin saja jika budaya pragmatis dan materialistis seperti ini yang kini menggejala dalam pola pikir HMI, maka kematian dan kebangkrutan organisasi HMI tidaqk sulit diprediksi kapan kematiannya.
Dalam kongres HMI ke-26 di Palembang wacana money poltic yang dilakukan oleh kandidat tertentu masih mencuat, dan bagi beberapa kalangan ini pembelajaran buruk bagi sebuah organisasi yang selama ini identik sebagai laboratorium kader bangsa.
Pada hal jika ditilik kembali kebelakang, sejarah mencatat bahwa sudah menjadi semacam prototipe bagi HMI, dimana gagasan-gagasan monumentalnya kerap melampaui pikiran zaman yang sedang bergulir, ide-ide HMI selalu futuristik dan memberikan pilihan alternatif solusi. Karena pola pikir yang konstruktif inilah sehingga kerap kali HMI dan kader-kadernya mengambil tempat yang strategis dalam kelompok-kelompok pembaharuan. Namun sayangnya prototipe HMI yang bagus ini tergerus ke dasar parit pragmatisme oleh sekelompok orang atau individu yang menganut paham "Jual Beli" dalam memuluskan pertarungan politiknya. Apalagi pola ini diterapkan pada organisasi yang kulturnya tidak bisa membenarkan "Jual Beli".
Istilah Jual Beli ini mengarah pada Fenomena jalan instan menuju kursi ketua Umum PBHMI dengan menggunakan kekuatan UANG, pola ini memang bergulir seiring dengan berkembangnya budaya pragmatis dan instant thingking. Bagi beberapa kalangan atau kader HMI yang tidak terlalu menganggap penting sebuah proses dan kapasitas memang memilih jalan pintas mencapai puncak kepemimpinan HMI dengan mengandalkan dukungan uang.
Kelompok yang mengedepankan cara berpikir komersial dan money oriented di HMI memiliki ciri yang sangat kapitalis. Dalam membangun jaringan dapat ditebak sejak awal jaringan yang dibangun adalah jaringan yang membuka akses pada pemegang kapital dan pemangku kepentingan politik.
Mereka juga tidak begitu menonjol dalam berbagai hal, akan tetapi memiliki akses ke komunitas pragmatis. HMI dan infrastrukturnya bagi mereka dapat digadaikan dengan janji dan komitmen yang sudah bisa ketebak akan mencederai independensi HMI. Kalau mengacu pada istilah "Tidak ada yang gratisan", maka dukungan logistik yang bagitu royal dikeluarkan oleh para founding dan spekulan politik kepada " Para kandidat ketua Umum PBHMI pasti dibarengi dengan imbalan komitmen politik yang tentu sulit diterima akal sehat organisasi. Karena sudah pasti HMI akan digadaikan.
Sebut saja misalnya secara tedeng aling-aling dapat kita katakan bahwa tercium aroma tidak sedap dalam arena kongres HMI ke-26 di palembang, dimana beberapa kandidat menurut beberapa sumber mendapat bantuan yang tidak sedikit dalam menopang pertarungannya di Kongres HMI. Ada yang mendapat bantuan Ratusan tiket pesawat pulang pergi Jakarta Palembang, ada yang mendapatkan uang kes ratusan juta, bahkan ada yang ditengarai menggunakan Uang Palsu dalam transaksi jual beli cabang. Sebelum kita lanjutkan mari kita beristigfar ramai-ramai, sebab yakin saja jika budaya pragmatis dan materialistis seperti ini yang kini menggejala dalam pola pikir HMI, maka kematian dan kebangkrutan organisasi HMI tidaqk sulit diprediksi kapan kematiannya.
Islah HMI Kian Menguat
Islah mulai terintis pada pembukaan Kongres ke-26 HMI di Hotel Novotel Palembang. Suasana islah kian menguat pada pembukaan Munas Kohati ke-19, sehari kemudian.
Musyawarah Nasional (Munas) Korp Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-wati (Kohati), Selasa (29/7), di Asrama Haji, dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Fajar R Zulkarnaen.
Pada agenda dua tahunan para kader wanita HMI ini, terlihat isu islah antara HMI Dipo dan HMI MPO menjadi topik pembicaraan hangat antarkohati yang datang dari seluruh Indonesia. Maklum saja, perpecahan di tubuh HMI sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak 1971 karena diterapkannya asas tunggal Pancasila. Dan kini, kebekuan antar dua kubu itu bakal mencair.
Salah seorang anggota kohati dari Yogyakarta mengatakan, apa yang terjadi pada pembukaan kongres merupakan suatu akumulasi desakan internal HMI yang mencuat sehingga terungkap pada momen besar seperti ini.
“Dari kohati sendiri sebenarnya kita menginginkan niat suci untuk islah harus segera direspon, terutama oleh kita semua, inilah saat yang tepat karena jika kita kehilangan kesempatan ini kita harus menunggu kesempatan itu datang di kongres nanti dan mungkin juga tidak,” ujar dia.
Titin Maryati, anggota kohati Palembang, punya pandangan sedikit berbeda. Dia mengatakan, perlu adanya penjernihan pemikiran sebelum menginjak ke langkah yang lebih nyata.
“Apakah kita islah benar-benar untuk sebuah kebangkitan organisasi atau hanya ingin tunjukkan hal berbeda di depan KAHMI? Siapapun kader HMI pasti sudah merasakan capek dengan konflik-konflik internal yang menggerogoti militansi kader,” ungkap dia.
Sementara Ketua Umum Kohati 2006-2008 Betty Epsilon Idroos, dalam sambutan pada acara pembukaan, mengatakan, kohati harus mampu menyeimbangkan antara kodrat perempuan dan jiwa kejuangan yang telah melekat dalam nadi. Dengan demikian kohati dapat memberikan kontribusi yang besar untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur.
“Kita harus berusaha seoptimal mungkin sehingga kohati ke depan lebih terlihat dan terasa perannya dalam menancapkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi,” jelas dia.
Musyawarah Nasional (Munas) Korp Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-wati (Kohati), Selasa (29/7), di Asrama Haji, dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Fajar R Zulkarnaen.
Pada agenda dua tahunan para kader wanita HMI ini, terlihat isu islah antara HMI Dipo dan HMI MPO menjadi topik pembicaraan hangat antarkohati yang datang dari seluruh Indonesia. Maklum saja, perpecahan di tubuh HMI sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak 1971 karena diterapkannya asas tunggal Pancasila. Dan kini, kebekuan antar dua kubu itu bakal mencair.
Salah seorang anggota kohati dari Yogyakarta mengatakan, apa yang terjadi pada pembukaan kongres merupakan suatu akumulasi desakan internal HMI yang mencuat sehingga terungkap pada momen besar seperti ini.
“Dari kohati sendiri sebenarnya kita menginginkan niat suci untuk islah harus segera direspon, terutama oleh kita semua, inilah saat yang tepat karena jika kita kehilangan kesempatan ini kita harus menunggu kesempatan itu datang di kongres nanti dan mungkin juga tidak,” ujar dia.
Titin Maryati, anggota kohati Palembang, punya pandangan sedikit berbeda. Dia mengatakan, perlu adanya penjernihan pemikiran sebelum menginjak ke langkah yang lebih nyata.
“Apakah kita islah benar-benar untuk sebuah kebangkitan organisasi atau hanya ingin tunjukkan hal berbeda di depan KAHMI? Siapapun kader HMI pasti sudah merasakan capek dengan konflik-konflik internal yang menggerogoti militansi kader,” ungkap dia.
Sementara Ketua Umum Kohati 2006-2008 Betty Epsilon Idroos, dalam sambutan pada acara pembukaan, mengatakan, kohati harus mampu menyeimbangkan antara kodrat perempuan dan jiwa kejuangan yang telah melekat dalam nadi. Dengan demikian kohati dapat memberikan kontribusi yang besar untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur.
“Kita harus berusaha seoptimal mungkin sehingga kohati ke depan lebih terlihat dan terasa perannya dalam menancapkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi,” jelas dia.
Jumat, 08 Agustus 2008
Info KomFE Agustus 2008
Hari ini cukup istimewa.. Tanggal 8 bulan 8 tahun 2008 en sekarang lage jam 8 malem..
oiya..
Assalamu'alaikum wr.wb kawan-kawan.., kakak-kakak, yunda-yunda.., sodara-sodare..
buat yang lage nunggu buletin KomFE skali lagi maaf ya.. Materi dan sebagainya sudah jauh-jauh hari clear.. permasalahan kalsik.. SDM kurang, yang ada sibuk gak karuan..
tapi dijamin kok, bentar lagi terbit edisi yang kedua en lebih tebel dari edisi pertama.. yakin deh..
betewe semangat terus deh temen-temen komisariat.., buktina tanggal 30 Juni yang lalu KomFE ngadain peringatan Isra Mi'raz Nabi besar Muhammad SAW en malemna langsung dilanjutin PDT alias Personal Development Training. en sebelomna, kita mo ngucapin:
"Selamat" to Kanda/Yunda yang resmi jadi Sarjana (Ekonomi, Fisip, Hukum, Pertanian, F-Kip,dll). waktu wisudapun anak-anak KomFE ikut serta dalam kewirausahaan, yah minimal semangatna yang bahasa kerenna ghiroh tetep terjaga, insyaAllah..
Buat Kanda/Yunda yang lagi kurang sehat, kita do'ain moga diberi kekuatan dan kesembuhan dari Allah SWT. amin..
demikianlah warta seputar kegiatan KomFE dua minggu ini..
Yakin Usaha Sampai..
Wassalamu'alaikum wr.wb.
oiya..
Assalamu'alaikum wr.wb kawan-kawan.., kakak-kakak, yunda-yunda.., sodara-sodare..
buat yang lage nunggu buletin KomFE skali lagi maaf ya.. Materi dan sebagainya sudah jauh-jauh hari clear.. permasalahan kalsik.. SDM kurang, yang ada sibuk gak karuan..
tapi dijamin kok, bentar lagi terbit edisi yang kedua en lebih tebel dari edisi pertama.. yakin deh..
betewe semangat terus deh temen-temen komisariat.., buktina tanggal 30 Juni yang lalu KomFE ngadain peringatan Isra Mi'raz Nabi besar Muhammad SAW en malemna langsung dilanjutin PDT alias Personal Development Training. en sebelomna, kita mo ngucapin:
"Selamat" to Kanda/Yunda yang resmi jadi Sarjana (Ekonomi, Fisip, Hukum, Pertanian, F-Kip,dll). waktu wisudapun anak-anak KomFE ikut serta dalam kewirausahaan, yah minimal semangatna yang bahasa kerenna ghiroh tetep terjaga, insyaAllah..
Buat Kanda/Yunda yang lagi kurang sehat, kita do'ain moga diberi kekuatan dan kesembuhan dari Allah SWT. amin..
demikianlah warta seputar kegiatan KomFE dua minggu ini..
Yakin Usaha Sampai..
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Langganan:
Postingan (Atom)
