Alhamdulillahhirobbul'alamin..
Rapat Anggota Komisariat HMI KOMFE UNIB tengah berlangsung sejak tanggal 12 Romadhon 1429 H di wisma Dinas Transmigrasi Anggut Bengkulu. Dengan ini telah diterima dan disahkan LPJ Kepengurusan HmI KomFE UNIB periode 2007-2008.
Semoga Ketua Umum HmI KOMFE yang baru dan jajarannya dapat memberikan yang lebih baik dari periode-periode sebelumnya..
Amin..
Minggu, 14 September 2008
Jumat, 05 September 2008
Dibalik PKK yang Ricuh..
Hari itu tepat tanggal 27 Agustus 2008, hari ke-2 kegiatan pengenalan kehidupan kampus atau yang disebut dengan PKK. Sebagian panitia pelaksana adalah mahasiswa yang pernah menjadi panitia PKK pada dua periode sebelumnya, sehingga masing-masing sudah memprediksi bagaimana perjalanan PKK kali ini.
dimulai dari tampak dengan jelas orientasi masing-masing panitia dengan kepentingan yang berbeda-beda. masing-masing kepentingan sudah tidak lagi menjaga kemurnian kegiatan mahasiswa di kampus dengan menunjukkan tujuan dan kepentingan masing-masing.
tidak hanya itu, perangkat kampus atau yang lebih dihormati seperti bapak-bapak pejabat kampuspun tidak segan-segan menunjukkan kepentingan pribadinya, mulai dari perbedaan waktu pelaksanaan, isi agenda acara, anggaran biaya, hingga turut campur langsung dalam mengatur acara PKK tersebut.
Panitia sudah sewajarnya merasa tersinggung karena secara tidak langsung bapak pejabat kampus yang terhormat tersebut telah merebut wilayah mahasiswa yang murni dari berbagai kepentingan dan lain sebagainya.
sungguh mengecewakan ketika acara yang ditanganinya secara langsung adalah tanpa pertimbangan secara matang. tidak adanya kejelasan pemateri yang akan membawakan kegiatan, hingga kesalahan yang fatal adalah dimana elemen yang seharusnya tidak ikut andil dalam kegiatan ini juga diikut sertakan.
bisa dikatakan ini sudah merusak nama Islam secara tidak langsung karena memaksakan umat yang tidak memeluk agama Islam untuk mengikuti acara motivasi yang pada dasarnya adalah penyadaran diri mahasiswa (seperti esq dan baiat-red).
belum lagi terjadi kesalah pahaman antar panitia dengan panitia dan antar apnitia dengan pejabat kampus. wal hasil peserta PKK dapat langsung mengetahui apa yang sebenarnya akan mereka hadapi dimasa depan. minimal rekan-rekan mahasiswa baru sudah memiliki ghiroh untuk memenangkan yang Haq dan mengatakan tidak pada yang bathil.
semangat terus kawan-kawan.
yakusa..
dimulai dari tampak dengan jelas orientasi masing-masing panitia dengan kepentingan yang berbeda-beda. masing-masing kepentingan sudah tidak lagi menjaga kemurnian kegiatan mahasiswa di kampus dengan menunjukkan tujuan dan kepentingan masing-masing.
tidak hanya itu, perangkat kampus atau yang lebih dihormati seperti bapak-bapak pejabat kampuspun tidak segan-segan menunjukkan kepentingan pribadinya, mulai dari perbedaan waktu pelaksanaan, isi agenda acara, anggaran biaya, hingga turut campur langsung dalam mengatur acara PKK tersebut.
Panitia sudah sewajarnya merasa tersinggung karena secara tidak langsung bapak pejabat kampus yang terhormat tersebut telah merebut wilayah mahasiswa yang murni dari berbagai kepentingan dan lain sebagainya.
sungguh mengecewakan ketika acara yang ditanganinya secara langsung adalah tanpa pertimbangan secara matang. tidak adanya kejelasan pemateri yang akan membawakan kegiatan, hingga kesalahan yang fatal adalah dimana elemen yang seharusnya tidak ikut andil dalam kegiatan ini juga diikut sertakan.
bisa dikatakan ini sudah merusak nama Islam secara tidak langsung karena memaksakan umat yang tidak memeluk agama Islam untuk mengikuti acara motivasi yang pada dasarnya adalah penyadaran diri mahasiswa (seperti esq dan baiat-red).
belum lagi terjadi kesalah pahaman antar panitia dengan panitia dan antar apnitia dengan pejabat kampus. wal hasil peserta PKK dapat langsung mengetahui apa yang sebenarnya akan mereka hadapi dimasa depan. minimal rekan-rekan mahasiswa baru sudah memiliki ghiroh untuk memenangkan yang Haq dan mengatakan tidak pada yang bathil.
semangat terus kawan-kawan.
yakusa..
Langganan:
Postingan (Atom)

