Islah mulai terintis pada pembukaan Kongres ke-26 HMI di Hotel Novotel Palembang. Suasana islah kian menguat pada pembukaan Munas Kohati ke-19, sehari kemudian.
Musyawarah Nasional (Munas) Korp Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-wati (Kohati), Selasa (29/7), di Asrama Haji, dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Fajar R Zulkarnaen.
Pada agenda dua tahunan para kader wanita HMI ini, terlihat isu islah antara HMI Dipo dan HMI MPO menjadi topik pembicaraan hangat antarkohati yang datang dari seluruh Indonesia. Maklum saja, perpecahan di tubuh HMI sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak 1971 karena diterapkannya asas tunggal Pancasila. Dan kini, kebekuan antar dua kubu itu bakal mencair.
Salah seorang anggota kohati dari Yogyakarta mengatakan, apa yang terjadi pada pembukaan kongres merupakan suatu akumulasi desakan internal HMI yang mencuat sehingga terungkap pada momen besar seperti ini.
“Dari kohati sendiri sebenarnya kita menginginkan niat suci untuk islah harus segera direspon, terutama oleh kita semua, inilah saat yang tepat karena jika kita kehilangan kesempatan ini kita harus menunggu kesempatan itu datang di kongres nanti dan mungkin juga tidak,” ujar dia.
Titin Maryati, anggota kohati Palembang, punya pandangan sedikit berbeda. Dia mengatakan, perlu adanya penjernihan pemikiran sebelum menginjak ke langkah yang lebih nyata.
“Apakah kita islah benar-benar untuk sebuah kebangkitan organisasi atau hanya ingin tunjukkan hal berbeda di depan KAHMI? Siapapun kader HMI pasti sudah merasakan capek dengan konflik-konflik internal yang menggerogoti militansi kader,” ungkap dia.
Sementara Ketua Umum Kohati 2006-2008 Betty Epsilon Idroos, dalam sambutan pada acara pembukaan, mengatakan, kohati harus mampu menyeimbangkan antara kodrat perempuan dan jiwa kejuangan yang telah melekat dalam nadi. Dengan demikian kohati dapat memberikan kontribusi yang besar untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur.
“Kita harus berusaha seoptimal mungkin sehingga kohati ke depan lebih terlihat dan terasa perannya dalam menancapkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi,” jelas dia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar